Rabu, 06 November 2013

TUGAS I

www.kimiaanalitiksandikarsa2013a41.blogspot.com
Nama : Ulfa Firdaus
NIM  : AKS.3.13.041
Kelas : A13
Tugas Kimia Analitik  


1.      Contoh analisis kualitatif dan kuantitatif pada bidang :
a.       Bidang kedokteran
ü  Salah satu contoh analisis kuantitatif pada bidang kedokteran yaitu pada analisis  volumetri  dan  gravimetri.     Pada     volumetri,  besaran  volume  zat-zat  yang bereaksi merupakan besaran yang diukur, sedangkan pada gravimetri, massa dari zat-zat merupakan besaran yang diukur.
ü  Contoh analisis kualitatif seperti pada tingkat konsentrasi bilirubin dan enzim fosfatase alkali dalam darah menunjukkan adanya gangguan fungsi liver. Tingkat konsentrasi gula dalam darah dan urin menunjukkan penyakit gula.
b.      Uji Kualitas produk
ü  Contoh analisis kualitatif yaitu mengetahui kualitas udara disekitar kita, air yang kita digunakan, serta makanan yang disajikan. Di bidangindustri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan kualitas dari bahan baku, bahan setengah jadi, hingga produk yang dihasilkan. Bidangtersebut disebut sebagai pengawasan mutu atau quality control.
ü  Contoh analisis kuantitatif Analisis yaitu Menentukan rumus molekul dan rumus struktur kurkumin.
c.       Bidang penelitian
ü  Contoh analisis kualitatif bidang penilitian yaitu mengkaji perspektif partisipan   dengan strategi-strategi yang bersifat interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan.
ü  Contoh analisis kuantitatif yaitu analisis data berupa angka-angka sebagai refresentasi dari informasi hasil penelitian yang di peroleh.
d.      Analisis bahan bernilai tinggi
ü  Contoh penentuan kadar lemak dalam krim, kadar protein dalam suatu makanan atau bahan pangan, kadaruranium dalam suatu bijih tambang.

2.      Metode analisis kimia analitik beserta contohnya
a.       Analisis gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif dengan menimbang unsur atau senyawa tertentu dalam bentuk murninya.. Tahap awal analisis gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari komponen-komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan pengendapan. Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan, penguapan dan elektrolisis.
Salah satu contoh penguapan metode gravimetri adalah dalam penentuan air / hidrat dalam Barium klorida dengan cara menghilangkan semua hidrat kristal di atas suhu 100oC. Teknik ini diawali dengan penimbangan sampel lalu dilakukan pelarutan dan pengendapan pada larutan tersebut dengan pereaksi pengendap kemudian dilakukan penyaringan endapan yang terbentuk. Kemudian endapan yang telah disaring diabukan dengan pembakar suhu tinggi seperti meker dean tanur dan diakhiri dengan penimbangan sampai diapatkan bobot tetap.
b.      Analisis volumetri (titrimetri) adalah suatu proses untuk menentukan jumlah yang tidak diketahui dari suatu zat dengan mengukur volume secara kuantitatif larutan pereaksi yang digunakan untuk bereaksi sempurna dengan zat yang akan ditentukan.
Contoh, penentuan kadar H2O2 dengan cara mereduksi senyawa tersebut menjadi H2O dan O2 menggunakan katalis MnO2. Kadar H2O2 dalam sampel dapat dihitung dengan mengukur volume gas O2 yang dihasilkan dan menghitung jumlah mol gas tersebut. Dari persamaan reaksinya, maka mol H2O2 yang terurai dapat dihitung.
c.       Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan.
Contoh : Pembuatan ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi, pengambilan kafein dari daun teh, biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling.
d.      Kromatografi adalah suatu cara pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara 2 fase, salah satunya yang merupakan fase stasioner (diam), dan yang lainnya berupa fasa mobil (fasa gerak). Fase gerak dialirkan menembus atau sepanjang fase stasioner. Fase diam cenderung menahan komponen campuran, sedangkan fasa gerak cenderung menghanyutkannya.
Contohnya : Pemeriksaan senyawa pestisida pada tanaman/ sayur, atau pemeriksaan kadar obat atau narkoba pada sampel urin, serta pemisahan komponen zat warna yang ada pada makanan.
e.       Elektroanalisis merupakan metode analisis kuantitatif berdasarkan pengukuran sifat larutan analit ( sebagai bagian dari elektrokimia).
System pengukuran terdiri dari :
v  Elektrolit yang mampu menghantarkan arus listrik
v  Alat ukur ( rangkaian luar), untuk mengukur signal listrik
v  Elektroda, koduktor yang berfungsi mengabungkan system alat ukur dengan elektrolit.
Contoh metoda elektroanalisis adalah potensiometrik.
Potensiometrik adalah satu cara elektrokimia untuk analisa ion secara kuantitatif berdasarkan pengukuran potensial dari elektroda yang peka terhadap ion yang bersangkutan. Potensiometri digunakan untuk menentukan konsentrasi
 Suatu ion,pH larutan , dan titik akhir titrasi. Potensiometri digunakan sebagai salah satu metode untuk mengukur  konsentrasi suatu  larutan,yang  dijelaskan melalaui persamaan Nerst .
f.       Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi.
Contohnya : Analisa kadar protein terlarut (soluble protein). Protein terlarut dalam larutan tidak memiliki warna. Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat dianalisa. Reagen yang biasa digunakan adalah reagen Folin. Saat protein terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa, ikatan peptide pada protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat dideteksi pada panjang gelombang sekitar     578 nm. Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa kompleks yang terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein terlarut dalam sampel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar