Nama : Ulfa Firdaus
NIM : AKS.3.13.041
Kelas : A13
Tugas Kimia Analitik
NIM : AKS.3.13.041
Kelas : A13
Tugas Kimia Analitik
1. Contoh
analisis kualitatif dan kuantitatif pada bidang :
a. Bidang
kedokteran
ü Salah
satu contoh analisis kuantitatif pada bidang kedokteran yaitu pada
analisis volumetri dan
gravimetri. Pada
volumetri, besaran volume zat-zat yang bereaksi merupakan
besaran yang diukur, sedangkan pada gravimetri, massa dari zat-zat merupakan
besaran yang diukur.
ü Contoh
analisis kualitatif seperti pada tingkat konsentrasi bilirubin dan enzim
fosfatase alkali dalam darah menunjukkan adanya gangguan fungsi liver. Tingkat
konsentrasi gula dalam darah dan urin menunjukkan penyakit gula.
b. Uji
Kualitas produk
ü Contoh
analisis kualitatif yaitu mengetahui
kualitas udara disekitar kita, air yang kita digunakan, serta makanan
yang disajikan. Di bidangindustri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk
menentukan kualitas dari bahan baku, bahan setengah jadi, hingga produk
yang dihasilkan. Bidangtersebut disebut sebagai pengawasan mutu atau quality
control.
ü Contoh
analisis kuantitatif Analisis yaitu Menentukan rumus molekul dan rumus struktur
kurkumin.
c. Bidang
penelitian
ü Contoh
analisis kualitatif bidang penilitian yaitu mengkaji perspektif partisipan dengan strategi-strategi yang bersifat
interaktif dan fleksibel. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami
fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang partisipan.
ü Contoh
analisis kuantitatif yaitu analisis data berupa angka-angka sebagai
refresentasi dari informasi hasil penelitian yang di peroleh.
d. Analisis
bahan bernilai tinggi
ü Contoh
penentuan kadar lemak dalam krim, kadar protein dalam suatu makanan atau bahan
pangan, kadaruranium dalam suatu bijih tambang.
2. Metode
analisis kimia analitik beserta contohnya
a. Analisis
gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif dengan menimbang
unsur atau senyawa tertentu dalam bentuk murninya.. Tahap awal analisis
gravimetri adalah pemisahan komponen yang ingin diketahui dari
komponen-komponen lain yang terdapat dalam suatu sampel kemudian dilakukan
pengendapan. Analisis gravimetri dapat dilakukan dengan cara pengendapan,
penguapan dan elektrolisis.
Salah satu
contoh penguapan metode gravimetri adalah dalam penentuan air / hidrat dalam
Barium klorida dengan cara menghilangkan semua hidrat kristal di atas suhu 100oC.
Teknik ini diawali dengan penimbangan sampel lalu dilakukan pelarutan dan
pengendapan pada larutan tersebut dengan pereaksi pengendap kemudian dilakukan
penyaringan endapan yang terbentuk. Kemudian endapan yang telah disaring
diabukan dengan pembakar suhu tinggi seperti meker dean tanur dan diakhiri
dengan penimbangan sampai diapatkan bobot tetap.
b. Analisis
volumetri (titrimetri) adalah suatu proses untuk menentukan jumlah yang tidak
diketahui dari suatu zat dengan mengukur volume secara kuantitatif larutan
pereaksi yang digunakan untuk bereaksi sempurna dengan zat yang akan
ditentukan.
Contoh,
penentuan kadar H2O2 dengan cara mereduksi senyawa tersebut menjadi H2O dan O2
menggunakan katalis MnO2. Kadar H2O2 dalam sampel dapat dihitung dengan
mengukur volume gas O2 yang dihasilkan dan menghitung jumlah mol gas tersebut.
Dari persamaan reaksinya, maka mol H2O2 yang terurai dapat dihitung.
c. Ekstraksi
adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat
terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat
terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Seringkali campuran
bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali
dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan.
Contoh : Pembuatan
ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi,
pengambilan kafein dari daun teh, biji kopi atau biji coklat dan yang dapat
dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan
air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling.
d. Kromatografi
adalah suatu cara pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan
didistribusikan antara 2 fase, salah satunya yang merupakan fase stasioner
(diam), dan yang lainnya berupa fasa mobil (fasa gerak). Fase gerak dialirkan
menembus atau sepanjang fase stasioner. Fase diam cenderung menahan komponen
campuran, sedangkan fasa gerak cenderung menghanyutkannya.
Contohnya :
Pemeriksaan senyawa pestisida pada tanaman/ sayur, atau pemeriksaan kadar obat
atau narkoba pada sampel urin, serta pemisahan komponen zat warna yang ada pada
makanan.
e. Elektroanalisis merupakan metode
analisis kuantitatif berdasarkan pengukuran sifat larutan analit ( sebagai
bagian dari elektrokimia).
System
pengukuran terdiri dari :
v Elektrolit yang mampu menghantarkan
arus listrik
v Alat ukur ( rangkaian luar), untuk
mengukur signal listrik
v Elektroda, koduktor yang berfungsi
mengabungkan system alat ukur dengan elektrolit.
Contoh
metoda elektroanalisis adalah potensiometrik.
Potensiometrik adalah satu cara elektrokimia untuk analisa
ion secara kuantitatif berdasarkan pengukuran potensial dari elektroda yang
peka terhadap ion yang bersangkutan. Potensiometri digunakan untuk menentukan
konsentrasi
Suatu ion,pH
larutan , dan titik akhir titrasi. Potensiometri digunakan sebagai salah satu
metode untuk mengukur konsentrasi suatu
larutan,yang dijelaskan melalaui
persamaan Nerst .
f. Spektrofotometri
merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk
menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang
didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Cahaya yang dimaksud
dapat berupa cahaya visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa
atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi.
Contohnya : Analisa kadar protein
terlarut (soluble protein). Protein terlarut dalam larutan tidak
memiliki warna. Oleh karena itu, larutan ini harus dibuat berwarna agar dapat
dianalisa. Reagen yang biasa digunakan adalah reagen Folin. Saat protein
terlarut direaksikan dengan Folin dalam suasana sedikit basa, ikatan peptide
pada protein akan membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru yang dapat
dideteksi pada panjang gelombang sekitar 578 nm.
Semakin tinggi intensitas warna biru menandakan banyaknya senyawa kompleks yang
terbentuk yang berarti semakin besar konsentrasi protein terlarut dalam sampel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar